Wajibkah Program Kesehatan Kerja Di Perusahaan ?

Program kebugaran kerja adalah hal yang kudu dimiliki perusahaan. Bahkan, perusahaan yang memiliki karyawan di atas 1.000 orang itu harusnya ada satu dokter setiap hari.

Perusahaan diwajibkan memiliki program kebugaran kerja yang mencakup termasuk layanan kebugaran bagi para karyawannya. Sebab, tercantum dalam ketentuan yang ditetapkan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans).

“Ada ketentuan Depnakertrans. Banyak program kebugaran yang mampu dilakukan, namun sedikitnya ada dokter di perusahaan,” ujar dr. Achda Ferdians, MKK, selaku dokter kebugaran kerja, di Gedung Menara Mandiri, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

 

Baca juga : Jasa konsultan pajak pribadi dokter karyawan tenaga ahli badan hukum perusahaan pt cv tarif kewajiban spt nihil umkm 0.5 final PPh 15 21 23 26 29 1771 kredit syarat pengajuan mencabut pkp efiling efin membuat kode billing npwp efaktur online mekanisme perhitungan bea cukai impor pemeriksaan pelaporan penghapusan sanksi telat bayar pendampingan sidang sengketa mencabut surat paksa permohonan pengurangan batas waktu penyetoran wajib ppnbm

 

Dalam program layanan kebugaran mencakup tersedianya klinik di dalam perusahaan. Namun, tidak kudu memiliki klinik sendiri oleh perusahaan. Bisa saja klinik dibentuk berasal dari luar perusahaan atau outsourching.

Dalam aktivitas Peresmian Pembukaan Klinik Occupational Health Service Centre (Pusat Pelayanan Kesehatan Kerja) Menara Mandiri, ia membuktikan bahwa sebaiknya setidaknya ada satu tenaga P3K di setiap wilayah kerja. Penempatan tenaga P3K ini berpengaruh pada bantuan bantuan pertama bagi karyawan yang mengalami masalah kebugaran nyata-nyata yang kudu ditangani segera.

“Standarnya, yang mengalami masalah kebugaran nyata-nyata standart medisnya dalam tempo tidak cukup berasal dari empat menit kudu ada tindakan medis atau bantuan hidup dasar yang dilakukan. Kalau karyawan di atas 1.000 orang itu harusnya ada satu dokter setiap hari,” paparnya.

Adanya tenaga medis di setiap perusahaan bukan hanya untuk menopang karyawan yang sakit sedari awal. Tetapi, termasuk menopang karyawan sehat supaya tidak benar-benar jauh berisiko jatuh sakit.

“Mengobati orang sakit lebih mahal biayanya. Kebanyakan, fokus ke orang sakit. Padahal jikalau telah sakit telah penyakitnya serius, dan banyak penyakit yang tidak mampu disembuhkan,” tutur dia.

Maka demikian, kata dr. Achda, menyediakan fasilitas kebugaran di perusahaan tidak membuang-buang cost perusahaan. Ini merupakan pilihan terbaik demi kualitas kebugaran para pekerja.

Edukasi berjangka bagi karyawan mampu meminimalisir memburuknya gangguan kesehatan. Kepedulian karyawan pada kebugaran bukan hanya memengaruhi kualitas hidup mereka, namun termasuk berpengaruh pada kualitas kerja.

“Misal kolesterol, jikalau dibiarkan bakal ke jantung, jikalau dikontrol kan lebih murah meriah, pengecekan sebulan sekali. Setiap pengecekan teredukasi, lifestyle-nya bagaimana, pola makannya bagaimana, direkomendasi ini dan itu, itu kan yang enggak kudu duwit banyak, dan berdampak panjang,” pungkasnya.