kotoran-burung-yang-sehat

Tips Dasar Mengenali Kotoran Burung Yang Sehat

Sejumlah besar pemilik burung sudah dengar jika penting untuk mengawasi kotoran rekan berbulu mereka untuk cari pertanda penyakit. Tetapi, susah untuk tentukan secara tepat apa yang “normal” berkaitan dengan kotoran burung.

Ini kemungkinan terlihat memuakkan, tapi menganalisa warna, struktur, dan factor lain pada kotoran burung Anda bisa benar-benar menolong dalam mempertahankan kesehatan hewan piaraan Anda.

5 Langkah Gampang Pahami Kesehatan Burung Dari Sisi Kotorannya

Warna

Kotoran burung yang sehat bisa tampilkan bermacam warna dan masih dipandang “normal “.Burung Anda kemungkinan konsumsi bermacam tipe buah dan sayur fresh, banyak biji yang lain, dan bermacam pelet beragam warna bila Anda lengkapi makanan burung Anda dengan makanan yang ada secara komersil. Bahan warna makanan dalam pelet ini, digabungkan dengan warna alami dari makanan fresh yang dikonsumsi burung Anda, dengan alamiah akan hasilkan warna pelangi pada kotorannya.

Tetapi, bila Anda memerhatikan jika kotoran burung Anda mendadak berbeda warna, itu menjadi penanda ada permasalahan kesehatan kronis yang membutuhkan perhatian dokter hewan segera.

Struktur

Struktur kotoran akan bervariatif berdasar makanan burung Anda. Tetapi, ada banyak hal yang harus diingat saat menganalisa kotoran burung Anda untuk pastikan kesehatannya.

Untuk satu perihal, jatuhnya harus tidak begitu terlampau kering atau basah. Ketentuan ringkas yang bagus ialah jika kotoran harus dekati stabilitas pasta gigi, karena tidak ada analogi yang kurang memuakkan. Cermati kotoran yang paling gelap atau terlihat “ketinggalan”, karena ini menjadi tanda pendarahan intern, yang membutuhkan perawatan hewan segera.

ciri-kotoran-burung-sakit

Berbau

Pada umumnya, kotoran burung Anda akan hasilkan sedikit berbau atau mungkin tidak ada sama sekali. Kotoran yang terlihat terlampau berbau menjadi tanda-tanda infeksi, permasalahan usus, atau tipe penyakit lainnya. Ini tidak untuk menjelaskan jika Anda harus turun dan mengendusi kotoran burung Anda; yang dapat beresiko untuk kesehatan Anda.

Kebalikannya, lihat saat Anda burung memakai kamar mandi, dan saksikan adakah berbau yang menonjol di seputar kandang. Bila hidung Anda mengetahui suatu hal yang tidak “betul” mengenai baunya, seharusnya kontak dokter hewan burung Anda untuk penilaian.

Kedatangan Cairan

Tidak seperti mamalia dan tipe hewan yang lain, kotoran burung umumnya tidak padat. Kebalikannya, harus ada cukup cairan dalam kotoran burung yang sehat, karena anatomi burung tidak mempunyai proses terpisah untuk hilangkan kotoran cair dari badannya.

Kebalikannya, urine dan feses akan dikeluarkan di saat bersamaan. Urin dalam kotoran burung umumnya ada sebagai cairan warna putih pucat dan umumnya terbagi dalam seputar 30 sampai 50 % volume kotoran. Walau ini bisa sedikit berlainan tanpa perlu cemas, Anda harus melapor ke dokter hewan unggas Anda bila Anda takut ada kebanyakan atau terlampau sedikit cairan dalam kotoran burung Anda.

Ukuran dan Jumlah

Sama seperti yang diinginkan, volume kotoran burung akan relatif pada ukuran burung yang menghasilkannya. Dalam kata lain, burung kecil akan hasilkan kotoran yang lebih kecil, dan burung yang semakin besar akan hasilkan kotoran yang lebih besar.

Tergantung pada makanannya, sedikit macam dengan jumlah normal kotoran burung tertentu yang diinginkan, tapi tiap pengubahan mencolok dalam ukuran atau frekwensi kotoran burung Anda harus dicatat dan disampaikan ke dokter hewan Anda. memerhatikan kotoran burung Anda saat bersihkan kandangnya akan memberikan Anda gagasan terbaik mengenai apa yang pas dalam range normal untuk burung tertentu Anda.

sumber : https://omkicau.id