Sejarah Terciptanya Mesin Penerjemah

Sebagai seorang penerjemah, tentu perlu mengetahui berbagai alat bantu dalam menerjemah. Salah satunya adalah Mesin Penerjemah. Mesin penerjemah meskipun tidak dapat menyelesaikan semua persoalan secara tuntas, namun secara prosentase alat ini sedikit banyak akan membantu Anda. Di sini dibicarakan sekilas tentang perkembangan mesin penerjemah, terutama yang ada di Indonesia.

 

 

Dalam dunia penerjemahan, banyak cara telah ditempuh manusia agar hasil yang diperoleh memuaskan di samping memiliki kecepatan tinggi. Dalam awal munculnya ide menerjemah naskah memang dilakukan dengan cara sangat sederhana. Catatan sejarah menunjukkan, bahwa dunia penerjemahan pertama kali dilakukan manusia dibatu Rosella dan akhirnya berkembang kepada penerjemahan kitab suci (injil). Penerjemahan yang dilakukan dari berbagai bidang menuntut orang untuk mencari cara-cara yang praktis, ekonomis, tetapi akurat.

 

Karena tuntutan terhadap produk hasil terjemahan semakin besar, timbullah dalam pikiran manusia untuk menciptakan alat yang dapat menerjemahkan naskah-nas kah. Oleh karena itu, timbullah apa yang disebut dengan mesin penerjemah (translation machine). Mesin penerjemah bekerja berdasarkan program-program yang dirancang oleh para ahli dan pakar, sehingga cara kerja mesin penerjemah pun tidak lepas kendali dari program yang dipasangnya.

 

Upaya untuk menciptakan dan mengembangkan mesin penerjemah berkembang pesat di seluruh dunia, terutama di Kanada, Jepang, Amerika Serikat dan sebagian negara-negara di Eropa, termasuk juga di Asia.

Upaya pengembangan MP? (mesin penerjemah), baik secara langsung maupun tidak langsung, juga dilakukan di Indonesia. Upaya-upaya tersebut, antara lain:

 

1. Simposium Linguistik dan Teknologi Komputer

Pada tanggal 26 dan 27 Oktober 1986 di Jakarta diselenggarakan Simposium Linguistik dan Teknologi Komputer. Simposium ini menghadirkan pembicara dari dua bidang ilmu yang terkait dengan mesin penerjemah; ilmu komputer dan ilmu bahasa (linguistik). Pembicara dalam simposium tersebut berasal dari Tokyo Institute of Technology (IIT) Tokyo, Centre of International Cooperation for Computerization (CICC) Tokyo, Direktorat Pengkajian Teknologi Elektronika dan Informatika BPPT, Institut Teknologi Bandung, IKIP Jakarta dan Unika Atma Jaya.

 

Dalam simposium ini dipresentasikan makalah-makalah yang membahas tentang peranan linguistik dalam pemrosesan bahasa alami, penerapan intelegensia buatan dalam pengolahan bahasa alami, metode analisis bahasa oleh komputer, ketaksaan (ke tatalaksanaan?) dalam terjemahan, pemahaman ba hasa alami oleh komputer, program mesin penerjemah Jepang-Indonesia dan bahasan-bahasan terkait lainnya.

 

2. Kementrian Perdagangan Interna sional dan Industri Jepang (MITI)  

Sejak tahun 1986, Kementrian Perdagangan Internasional dan Industri Jepang (MITI) telah memprakarsai sebuah proyek penelitian untuk mengembangkan sistem penerjemahan multilingual yang dapat menerjemahkan bahasa Jepang ke bahasa-bahasa beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, dan sebaliknya. MP ini khususnya dimaksudkan untuk menerjemahkan informasi-informasi yang berhubungan dengan per kembangan teknologi dan industri. Proyek penelitian ini melibatkan para ahli dari Jepang, Malaysia, Thai land dan Indonesia. Tujuan proyek ini termasuk ambisius; menciptakan MP dengan sistem ‘interlingua yang bisa menerjemahkan dengan tingkat akurasi 80 90% (dengan pre-editing) dan menerjemahkan dengan kecepatan 5000 kata per jam (Hutchins, 1988: IS).

 

3. Jurusan Teknik Informatika, ITB

Jurusan Teknik Informatika, ITB melalui Laboratorium Grafik dan Intelegensia Buatan juga telah mengembangkan suatu program pemrosesan bahasa alami oleh mesin. Program yang disebut MT 1 ini bertujuan untuk mengkaji berbagai model penerapan intelegensia buatan untuk berbagai aplikasi pemrosesan bahasa alami (alat bantu penerjemah, alat bantu verifikasi, alat bantu abstraksi, dan interface berbahasa alami) (Iping S dalam Bambang Kaswanti, 1989: 60). Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mengembangkan suatu sistem tanya jawab yang mampu memproses kalimat-kalimat bahasa Indone sia yang sederhana; kalimat deklaratif, imperatif dan interogatif. Program yang disebut STAJASIA ini mem bahas dunia balok (block world) yang mempunyai ben tuk persegi, kubus, bola, segitiga, dan lain-lain yang di asumsikan memiliki ukuran lebar panjang dan tinggi (Bambang Kaswanti, dalam Eko Humanika 1989: 75).

 

5. Trans Tool Research and Development

Trans Tool Research and Development telah mengembangkan program komputer penerjemah yang bernama TransTool. Program ini menerjemahkan teks dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan sebaliknya.

 

Selain lembaga-lembaga tersebut juga terdapat lembaga-lembaga perguruan tinggi (misalnya Unika Atma Jaya atau University of Southern California) dan lembaga swasta di dalam dan di luar negeri yang mengembangkan. mesin penerjemah yang melibatkan bahasa Indonesia, baik secara sendiri maupun bekerja sama dengan lembaga lain. Sebagai seorang Penerjemah Tersumpah terlebih membuka biro Jasa Penerjemah Tersumpah tentunya sangat terbantu dengan terciptanya mesin Penerjemah sebagi alat bantu untuk proses terjemahan.