Radang Sendi, Lebih Aman Berendam Air Hangat atau Air Dingin?

Sebuah unggahan pada laman Facebook menyatakan, air es yang bersuhu dingin bisa mengurangi radang sendi. Kaki atau anggota lain yang terkena radang sendi memadai direndam ata dikompres dengan handuk yang diisi es selama 15 detik.

Menurut dokter spesialis tulang Dr dr Andri Lubis, air dingin sebaiknya digunakan terhadap radang atau cedera yang baru. Air es bisa menopang menurunkan suhu dan mengurangi bengkak terhadap luka yang bersifat akut.

 

“Pembuluh darah terhadap anggota yang radang mengalami vasokontriksi agar mengecil dan bengkak bisa kempes. Selain baru, cedera terhitung tidak benar-benar yang perlu penanganan lebih baik,” kata dr Andri.

Sedangkan untuk yang mengalami radang sendi kritis atau menahun, merendam kaki atau anggota lain di dalam air dingin bukan pilihan yang tepat. Menurut dr Andri, untuk penyakit yang udah lama dianjurkan merendam kaki atau anggota lain di dalam air hangat solahart.

“Suhu hangat menopang pasien menjadi lebih nyaman menghadapi sakit terhadap radang sendi. Metode serupa terhitung bisa diamati terhadap modalitas salep, krim, atau fisioterapi yang menghangatkan anggota yang sakit,” kata dr Andri.

 

Kondisi radang sendi menahun adalah rhematoid arthritis atau yang biasa dikenal sebagai rematik. Berlawanan dengan suhu hangat, temperatur yang lebih rendah berisiko membawa dampak pasien menjadi tidak nyaman. Kondisi ini dilukiskan dengan rasa ngilu atau sakit waktu suhu menjadi dingin.