Pahami Pembiayaan Multiguna Dan Resikonya

Dana Muilti Guna – Pembiayaan multiguna atau kerap disebutkan utang dengan agunan adalah alternative yang biasa diambil saat seorang memerlukan dana cepat dengan jumlah yang banyak dan kondisi menekan. Asset yang dapat ditanggungkan juga bermacam, dimulai dari BPKB kendaraan sampai sertifikat rumah. Saat ini, banyak perusahaan fintech yang tawarkan keringanan pembiayaan multiguna, baik secara konservatif atau lewat cara online.

Pahami Pembiayaan Multiguna Dan Resikonya

Lepas dari keringanannya, Anda pun harus pahami produk utang ini secara baik saat sebelum Anda ajukan pembiayaan. Di bawah ini keunggulan dan resiko pembiayaannya, dan beberapa hal yang perlu Anda pikirkan jika Anda sudah percaya untuk mempertanggungkan asset bernilai Anda.

Kelebihan Pembiayaan Multiguna

Plafon Utang yang Tinggi

Salah satunya argumen kenapa credit multiguna jadi alternative opsi ialah karena plafon atau limit pinjamannya yang tinggi. Adanya agunan asset bernilai, instansi keuangan kurangi resiko rugi jika nasabahnya tidak berhasil bayar utang. Biasanya, jumlah limit utang yang dijajakan dapat ada di Rp2 juta sampai Rp2 miliar.

Tenor yang Panjang

Karena Anda harus mempertanggungkan asset bernilai Anda, instansi keuangan yang tawarkan service ini biasanya tawarkan tenor atau batasan waktu pembayaran yang panjang. Hingga, Anda terbebas dari resiko credit macet. Biasanya, tenor yang diberi sekitar optimal 5 sampai 10 tahun.

Jumlah Dana yang Didapat Lebih Besar

Tentu saja, karena nilai asset yang ditanggungkan besar, Anda dapat memperoleh jumlah dana utang yang semakin besar dibanding dengan KTA. Hingga, dana yang ada dapat dipakai untuk bermacam kepentingan Anda. Misalnya, untuk meningkatkan usaha atau investasi pengajaran ke tingkatan yang semakin tinggi.

Resiko Pembiayaan Multiguna

  • Resiko Kehilangan Asset Bernilai

Tentu saja, jika Anda tidak membayar utang dan tidak berhasil bayar, asset bernilai Anda dapat diambil alih. Karena itu, upayakan selalu untuk bertanggungjawab dengan utang Anda dan menimbang dengan masak saat sebelum mempertanggungkan asset Anda.

  • Proses Mengajukan Lebih Lama Dibandingkan KTA

Karena asset yang ditanggungkan berharga besar, karena itu proses mengajukan pembiayaan pun tidak dapat sekencang KTA. Karena, instansi keuangan harus mengecek dengan cermat apa asset yang Anda sampaikan sesuai persyaratan dan syarat yang berjalan. Dianjurkan sedapat mungkin untuk ajukan utang dengan agunan dari jarak jauh hari, supaya tidak minim dengan keperluan Anda.

Yang Harus Anda Pikirkan Saat Ajukan Pembiayaan Multiguna

  • Pahami Syarat yang Berlaku

Yakinkan jika Anda pahami feature dan syarat produk utang yang Anda tentukan. Ketahui bunga, tenor, sampai denda yang perlu dibayarkan jika Anda terlambat dalam bayar angsuran utang. Dengan demikian, Anda ketahui resiko dan sarana yang Anda terima hingga tidak terkejut jika hadapi hal yang tidak sesuai harapan Anda.

  • Ajukan Utang Seperti Keperluan dan Kekuatan

Saat sebelum Anda ajukan utang dengan agunan, seharusnya kerjakan replikasi utang yang berada di web sah fintech yang Anda incar. Dengan begitu, Anda dapat mengestimasi jumlah dana yang perlu dipinjamkan dan waktu untuk membayarnya. Yakinkan jika Anda sanggup untuk kembalikan utang, dan menyisihkan dana untuk pengeluaran yang lain. Sedapat mungkin, pakai dana utang untuk suatu hal yang produktif. Misalnya modal usaha yang keuntungannya dapat Anda gunakan untuk bayar angsuran.

  • Pilih Instansi Keuangan Paling dipercaya

Yang paling akhir, yakinkan jika Anda pilih instansi keuangan yang paling dipercaya untuk mempertanggungkan asset Anda. Yakinkan untuk memeriksa apa instansi keuangan yang Anda incar sudah tercatat di OJK, hingga terjaga kredibilitasnya.