Tips-Tips Mengurus Uang Yang Hilang Dari Rekening Bank Anda

Kehilangan uang pasti membuat frustasi. Apalagi jika Anda kehilangan uang di bank tempat kami mempercayai reputasi dan keamanannya. Hilangnya uang telah tercatat beberapa kali di industri perbankan Indonesia. Pada 2014, Polri menangkap enam orang di Malaysia yang menjadi anggota sindikat pencurian data dan pencuri kartu Automatic Bank Central Asia (BCA). Perampokan ATM berhasil melakukan tindak pidana terhadap 112 nasabah senilai Rp 1,2 miliar.

Baca juga yuk mengenai obs studio pada tautan tersebut.

Selain BCA, pada tahun yang sama ditemukan juga jaringan Kanada yang membuatkan rekening untuk 1.214 nasabah Bank Mandiri. Tindakan tersebut dilakukan dengan metode skimming, dimana pelaku memanipulasi mesin ATM atau debit swipe (EDC) untuk merekam pita magnetik kartu nasabah, sehingga terjadi transaksi ilegal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah ‘bos besar’ industri perbankan yang sedang marah. Pasalnya, kejadian ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan Indonesia. Perbankan dalam negeri diminta belajar dari kejadian pencurian dana nasabah hingga saat ini dan tidak sombong dalam urusan teknologi. Tips untuk mengelola uang yang hilang dari rekening bank Anda

1. Datangi bank tempat buka rekening

Yang pertama adalah menghubungi / ke petugas Bank yang menyimpan uang. Sangat penting untuk bertemu dengan kepala cabang bank. Alternatif lain adalah kita juga bisa menghubungi call center bank. Dia akan membantu Anda menangani penghapusan akun kami. Kita perlu menyiapkan kronologi jika hilang dari akun dan pastikan rekan-rekan tidak mengabaikan akun yang hilang ini. ”

2. Pelaporan tidak melewati 20 hari kerja

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 16/1 / PBI / 2014 tanggal 21 Januari 2014 tentang Perlindungan Nasabah Jasa Sistem Pembayaran dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/16 / DKSP tanggal 30 September 2014 tentang Tata Cara Perlindungan Perlindungan Nasabah dalam Sistem Pembayaran Services, Bank harus menyelesaikan penanganan pengaduan paling lama 20 (dua puluh) hari kerja terhitung sejak pengaduan diterima dan disertai dengan dokumen pendukung yang lengkap. Penting bagi kami untuk bertanggung jawab atas bank selama jangka waktu ini.

3. Datang ke kantor Bank Indonesia

Apabila dalam waktu 20 hari pihak bank tidak mempunyai kepercayaan untuk menyelesaikan pengaduan tersebut, maka kita harus segera ke Gedung Letnan Bank Indonesia D. 5, adalah Divisi Perlindungan Nasabah Sistem Pembayaran (PKSP) yang beralamat di Jl. MH Thamrin No. 2, Jakarta 10350. Kerugian menguntungkan Bank Indonesia Rp 500 juta. Kami perlu menyiapkan data dukungan saat menerima undangan untuk mengklarifikasi keluhan.

Bank Indonesia akan membantu upaya mediasi, namun keputusan akhir tetap pada bank penyedia uang. Perlu diperhatikan bahwa Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada bank jika terdapat masalah sistem yang mengakibatkan hilangnya simpanan nasabah. Sanksi bisa berupa teguran tertulis atau pencabutan izin.

4. Laporkan OJK

Bersamaan dengan pengaduan Bank Indonesia, rekan kerja juga dapat menghubungi customer service Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di nomor telepon 1500655 atau mengirim email ke [email protected]
Yang penting, kami menerima balasan atau tindak lanjut dari customer service OJK. Seperti Bank Indonesia, OJK memiliki dewan pengawas yang memiliki kewenangan melakukan tindakan kelembagaan terhadap Bank.

5. Datang ke BPSK

Jika proses mediasi masih bermasalah,hubungi langsung BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Pelanggan) di kota / kabupaten. Sejalan dengan misi dan visi lembaga, lembaga ini memantau dan melindungi konsumen dari pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab.

BPSK bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Pelanggan – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Jl. M. I. Ridwan Rais, Tidak. 5, Jakarta Pusat 10110. Rekan kerja dapat mengunjungi lokasi BPSK seperti yang tertera di website http://ditjenspk.kemendag.go.id/id/direktorat-pember Ingles-konsumer / kelembinan / bpsk.

Perlu diperhatikan bahwa Anda harus melaporkan kasus ini terlebih dahulu ke Bank Indonesia dan OJK sebelum menghubungi BPSK. Berdasarkan masukan dari teman, proses BPSK ini cukup efektif, namun tidak membantu jika terlebih dahulu dilaporkan ke polisi.

6. Laporkan YLKI

Senada dengan BPSK, rekan kerja juga bisa menghubungi YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) yang juga membantu konsumen memperjuangkan haknya, termasuk menerima pengaduan atau pengaduan konsumen. Berdasarkan survei statistik pengaduan konsumen terhadap Better Business tahun 2015, apakah pengaduan yang dilakukan bank paling banyak.

7. Tempuh jalur hukum

Jika angka 1-6 lebih dari 2 tahun dan belum ada solusi konkret, Kita bisa memilih pengacara / lembaga bantuan hukum yang sudah tahu atau yang memberi nasehat kepada orang lain. Pastikan pengacara memiliki misi dan visi yang sama dengan kita. Biasanya pengacara akan mengirimkan panggilan ke bank, tapi pastikan proses panggilan tidak berlangsung.

8. Lapor ke kepolisian

Terakhir, jika panggilan pengacara tidak berhasil, langkah selanjutnya adalah melaporkan kasus tersebut ke pihak berwenang. Jangan terpengaruh oleh nasihat bank untuk tidak melaporkan kasus tersebut kepada otoritas.

Sesuai saran polisi, laporkan kasus sebelum periode 3 bulan karena ada data telekomunikasi yang tidak tersimpan setelah periode 3 bulan berlalu. Pergi ke Polisi, Polisi atau Polisi. Dalam banyak kasus, kami juga dapat melaporkan ke Unit Reserse Kriminal Polisi.

Mereka yang membantu kami menemukan keadilan. Pastikan kita sudah menemukan bukti laporan atau laporan polisi pada tahap ini. Setiap 2 minggu atau setiap bulan, juga mendapatkan Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari kepolisian.

Cari info seputar m-bca bagi kamu yang ingin membaca sebuah tips perbankan.