Keuntungan Melalui Usaha Thriftshop di Tengah Pandemi

Pandemi virus corona (Covid-19) sudah mengubah kehidupan masyarakat hanya didalam kurun selagi yang sangat singkat. Seluruh sektor mulai dari kesehatan, pendidikan, pariwisata, hingga ekonomi terkena imbas negatif akibat kedatangan virus corona.

Upaya untuk melawan virus corona dikerjakan bersama dengan menerapkan protokol kesehatan agar mampu memulihkan semua sektor terdampak (Nabila, 2020). Penerapan aturan berikut berwujud work from home sebisa mungkin, pemakaian masker saat berada di luar rumah, dan physical distancing sudah menjadi kewajiban baru bagi masyarakat. Kebiasaan baru berikut mengubah susunan sosial dan mengakibatkan pembatasan didalam aktivitas sehari-hari.

Selain melawan virus corona, masyarakat termasuk punya kewajiban untuk lakukan perputaran ekonomi. Roda perekonomian mesti digerakkan sebab keperluan bertahan hidup tiap-tiap individu.

Pengubahan aturan dan akselerasi di tengah wabah virus corona berkenan tidak berkenan mesti dikerjakan oleh para pelaku usaha. Di segi lain, beberapa pelaku ekonomi mengalami kerugian dan mesti banting setir berubah profesi atau style bisnis akibat pandemi.

Terlepas dari itu, aktivitas ekonomi yang dikerjakan mesti inovatif dan adaptif agar selalu menggapai keuntungan maksimal. Oleh karenanya, beberapa aktivitas bisnis baru nampak dan digemari oleh masyarakat di tengah suasana yang tidak menyenangkan.

Salah satu bisnis yang menguntungkan di tengah pandemi adalah transaksi busana preloved atau thriftshop. Secara sederhana, preloved atau thriftshop busana adalah transaksi busana bekas yang tetap layak memanfaatkan dan punya nilai jual.

Kegiatan ekonomi berikut nampak di Amerika Serikat bersamaan bersama dengan berjalannya budaya hedonisme yang marak di kalangan remaja (Bardhi & Arnould, 2005). Transaksi berikut berjalan akibat keinginan masyarakat atau pasar pada suatu barang yang bermerek namun bersama dengan harga terjangkau.

Beberapa toko akhirnya jual preloved branded bermerek bekas dan diminati oleh berbagai kalangan. Maka dari itu, bisnis berikut menjadi besar dan memberi tambahan keuntungan baru bagi pelaku bisnis yang menggelutinya.

Pertama, bisnis thrift atau preloved mampu dikerjakan modal yang sangat minimal. Untuk mengawali bisnis tersebut, para pedagang busana bekas mampu memanfaatkan relasi terdekatnya sebagai modal awal.

Calon penjual mampu menganalisa rekan atau kerabat dekat yang punya busana bermerek atau kebolehan ekonominya tergolong di atas rata-rata. Hal yang mampu kita lakukan adalah bersama dengan negosiasi kepada mereka agar setuju untuk memberi tambahan busana yang tetap layak untuk digunakan.

Terlebih, kecuali pelaku bisnis sendiri punya busana yang layak jual, maka bakal sangat memberi tambahan keuntungan untuk mengawali usaha. Dengan demikian, kita tidak bakal mengeluarkan modal sepeser pun untuk mengawali aktivitas ekonomi.

Bagi mereka yang sediakan modal awal untuk berbisnis thrift, mereka mampu terjun langsung ke pasar untuk mencari busana bekas. Beberapa kota punya toko atau sentra khusus yang sudah lama menjual busana bekas.

Jika kita beruntung, maka kita bakal meraih busana bekas yang bermerek bersama dengan harga yang sangat murah. Selain itu, kita mesti selektif didalam memilih busana agar tidak punya kekurangan seperti terdapat noda atau robekan didalam busana yang bakal dijual.

Oleh karenanya, berburu busana bekas di pasar secara langsung bakal memberi tambahan sensasi tersendiri bagi mereka yang menghendaki bergelut didalam dunia thrift.

Kedua, promosi atau pemasaran produk busana thrift atau preloved yang sangat mudah. Era kecanggihan teknologi selagi ini mengakibatkan pergeseran budaya transaksi yang awal mulanya hanya dikerjakan secara tatap wajah berubah bersama dengan online.

Para pebisnis thrift mampu memanfaatkan fasilitas berikut bersama dengan mengakibatkan akun sarana sosial untuk memasarkan produk mereka. Mereka mampu mengambil gambar dan sedikit lakukan pengeditan foto produk yang sesudah itu mampu diunggah di akun sarana sosial. Maka dari itu, bisnis thrift atau preloved mampu berdiri meskipun tanpa toko di suatu tempat.

Usaha thrift atau preloved sudah punya basis massa tersendiri di sarana sosial. Hal berikut memberi tambahan keuntungan bagi pelaku bisnis pemula untuk memasarkan produk mereka.

Startegi promosi yang mampu dikerjakan adalah bersama dengan menerapkan Promote For Promote (PFP). Strategi promosi berikut dikerjakan oleh dua pihak yang punya bisnis sama maupun berbeda.

Hal yang dikerjakan adalah bersama dengan saling bertukar konten pemasaran untuk saling mempromosikan produk pihak yang sudah diajak bekerja sama. Konten yang sudah diperoleh mampu diunggah lewat instastory atau postingan di timeline.

Semakin banyak pihak yang kita ajak PFP, maka tambah banyak pula promosi kita di sarana sosial. Dengan demikian, kedua belah pihak mampu saling diuntungkan lewat kerjasama PFP tersebut.

Ketiga, terjun didalam dunia thrift atau preloved bakal berkontribusi untuk meminimalisir pencemaran lingkungan. Industri fashion merupakan salah satu faktor yang paling berperan didalam membuahkan polusi di dunia (Sax, 2018). Pergeseran budaya yang menjadikan individu dituntut untuk Mengenakan busana bermerek bakal meningkatkan energi membeli masyarakat pada dunia fashion.

Semakin tinggi kuantitas memproduksi pakaian, maka tambah tinggi pula polusi yang tidak terkontrol. Maka dari itu, pemakaian busana bekas secara tidak langsung bakal menopang untuk menyelamatkan lingkungan dari polusi yang berbahaya.

Keempat, bisnis thrift dan preloved punya efek yang minim. Terdapat kemungkinan bahwa suatu selagi spesial yang menggeluti dunia thrift bakal mulai jemu dan bosan.

Apabila pelaku bisnis sudah menggapai tahap tersebut, mereka mampu menjual semua aset yang dimiliki bersama dengan harga yang tetap menguntungkan. Barang berikut mampu dipasarkan kepada pelaku dunia thrift pemula lainnya bersama dengan nama paket usaha.

Oleh karenanya, kerugian yang dialami nantinya bakal sangat minim dan mampu berubah untuk membuka bisnis lain saat mengambil keputusan berhenti didalam dunia thrift.

Kebutuhan masyarakat didalam bidang fashion bakal selalu berjalan di tengah pandemi. Pemanfaatan thrift sebagai pemenuhan keperluan didalam bidang fashion mampu menjadi solusi untuk menjawab persoalan tersebut.

Terjun didalam dunia thrift bakal memberi tambahan pengalaman tersendiri bagi pelaku usaha. Selain berbagai kemudahan yang ditawarkan, dunia thrift dan preloved termasuk sangat fleksibel untuk dikerjakan.

Seluruh kalangan mampu menjadi target pasar maupun pelaku bisnis preloved atau thriftshop pakaian. Dengan demikian, thriftshop bakal datang sebagai alternatif bisnis yang mampu memberi tambahan berbagai keuntungan bagi para penggelutnya.