Jenis Katalis dalam Biodiesel

Energi merupakan tidak benar satu keperluan perlu dalam kehidupan manusia. Sebagian besar keperluan daya masih dipasok dari sumber alam yang tidak terbarukan layaknya minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang cepat atau lambat tentu dapat habis ketersediaannya. Berbagai usaha tetap dilakukan untuk mencari dan mengembangkan sumber daya alternatif yang terbarukan, tidak benar satunya adalah biodiesel dengan pengukuran Fill Rite Flow Meter.

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang diproduksi bersama dengan reaksi transesterifikasi dan esterifikasi minyak tumbuhan atau lemak hewan bersama dengan alkohol rantai pendek layaknya metanol bersama dengan bantuan katalis.

Reaksinya membutuhkan katalis yang kebanyakan merupakan basa kuat, sehingga dapat memproses senyawa kimia baru yang disebut metil ester.

Katalis berfungsi turunkan daya aktifasi reaksi sehingga reaksi dapat terjadi lebih cepat. Katalis yang digunakan dalam pembuatan biodiesel dapat bersifat katalis basa maupun katalis asam. Dengan katalis basa reaksi terjadi pada suhu kamar sedang bersama dengan katalis asam reaksi baru terjadi baik pada suhu kira-kira 100°C. Bila tanpa katalis, reaksi membutuhkan suhu sekurang-kurangnya 250°C. Berikut 3 jenis katalis dalam biodiesel.

 

Katalis Basa

Katalis basa homogen layaknya NaOH dan KOH sangat sering digunakan sebab dapat digunakan pada suhu dan tekanan rendah serta miliki kekuatan katalisator yang tinggi. Kelemahan katalis basa homogen adalah tidak dapat digunakan kembali dan dapat mencemari lingkungan.

 

Katalis CaO dari Kulit Telur

Katalis CaO merupakan katalis basa heterogen dan menjadi alternatif yang baik dalam pembuatan biodiesel. Katalis basa heterogen CaO dapat dibuat lewat proses kalsinasi CaCO3 dari kulit telur. Proses kalsinasi kulit telur punya tujuan untuk menghilangkan takaran air, senyawa organik, serta karbon dioksida yang terkandung di dalam kulit telur. Katalis kulit telur baru terdeaktifasi secara sempurna pada penggunaan berulang lebih dari 17 kali.

 

Katalis Asam

Katalis asam sangat jarang digunakan dalam pembuatan biodiesel. Kegunaan utamanya adalah mengkatalisis reaksi transesterifikasi minyak tumbuhan menjadi biodiesel dan mengkatalisis reaksi esterifikasi asam lemak bebas yang terkandung di dalam minyak menjadi biodiesel.

Katalis asam homogen layaknya H2SO4, bersifat sangat korosif, sehingga tidak dapat digunakan kembali dan dapat mencemari lingkungan. Katalis asam heterogen layaknya Nafion, termasuk tidak dapat digunakan sebab kekuatan katalisasinya lebih rendah dari pada katalis basa dan harganya relatif mahal.