Cara Mengatasi Keuangan Agar Tidak Pusing

Cara Mengatasi Keuangan Agar Tidak Pusing

Cara Mengatasi Keuangan Agar Tidak Pusing

Permasalahan keuangan bisa terjadi pada siapa saja. Ditambah di periode wabah karena beberapa orang terimbas, seperti menyusutnya pendapatan dari tabungan dana pensiun yang ada.

Oleh karena itu, kamu harus pintar dalam mengelola keuangan supaya cukup buat penuhi tuntutan hidup. Tetapi, saat kamu dirundung kritis atau paceklik keuangan, tangani dengan berikut:

1. Bekerja lembur
Bila atasan mintamu untuk kerja lembur, tidak boleh ditampik. Kerja lembur adalah langkah untuk menghasilkan uang tambahan.

Misalkan bayaran Rp 20 ribu /jam, dan kamu lembur sepanjang 4 jam. Memiliki arti kamu dapat mendapat gaji lembur sejumlah Rp 80 ribu. Cukup buat membeli token listrik.

2. Mencari tugas sambilan
Pada kondisi darurat terbelit permasalahan keuangan, tidak semestinya pisah tentukan tugas. Selainnya tugas khusus, kamu perlu mencari pekerjaan sambilan. Apa tugas yang dapat kamu kerjakan, yang perlu halal.

Misalkan jadi driver ojek online, berjualan online, dagang cilok keliling, kerja bangunan, atau jual kemampuan dengan bekerja sebagai freelancer.

Pendapatan tambahan dari kerja sambilan akan menolong keuangan. Misalnya untuk bayar angsuran atau membayar hutang, atau keperluan khusus yang lain.

Kamu bisa bekerja sambilan sepulangnya kantor atau pada hari liburan. Dengan demikian, tugas khusus tidak terusik.”

3. Cairkan dana genting
Saat keuanganmu sedang sehat, benar-benar dianjurkan membagikan uang untuk dana genting. Faedah dana genting untuk mengongkosi beberapa hal yang karakternya menekan, atau genting, seperti saat kamu diterpa permasalahan keuangan.

Kamu bisa mengambil dana genting dari tabungan untuk tetap bertahan hidup atau penuhi keperluan setiap hari, seperti makan, bayar bill bulanan, dan yang lain.

Oleh karenanya, yakinkan dana daruratmu telah capai batasan bagus. Untuk bujang, idelanya dana genting 3-6 bulan dari pengeluaran teratur. Sedang 6-12 bulan pengeluaran yang telah memiliki keluarga (mempunyai lebih dari 2 anak).

Besar sekali kan? Maka perlu disiapkan dengan peruntukan yang cocok. Minimum 10% dari upah bulanan untuk dana genting. Hingga kamu dapat tenang jika setiap saat keuanganmu pada keadaan genting.

4. Gunakan kontribusi atau bantuan dari pemerintahan
Di periode wabah, pemerintahan jor-joran memberikan kontribusi. Ada sembako, uang kontan, paket internet, pembebasan pajak, bantuan listrik, tunjangan UMKM, prakerja, baik dari pusat atau wilayah.

Gunakan kontribusi itu untuk menangani permasalahan keuanganmu. Dengan demikian, tak perlu membeli token listrik karena bisa bantuan dari PLN, membeli sembako dari BLT, paket internet gratis untuk anakmu yang sekolah. Kamu dapat semakin irit.

5. Ambil tunai kartu credit
Punyai kartu credit? Kamu dapat pakai sarana ambil tunai kartu credit untuk menolong keuangan beberapa waktu. Minimal dapat untuk menyambung hidup sekian hari di depan.

Tapi ingat, ambil tunai kartu credit dikenakan bunga dan ongkos yang semakin tinggi daripada transaksi bisnis biasa. Selisihnya capai 0,5% sampai 2% bergantung peraturan bank penerbit kartu credit.

Sementara ongkos ambil tunai kartu credit umumnya dikenai sejumlah 4%. Ada pula yang capai Rp 50 ribu. Ongkos itu ditanggung langsung saat penarikan.

Oleh karena itu, pastikanlah kamu memakai ambil tunai kartu credit saat betul-betul memerlukan. Jauhi ambil tunai untuk suatu hal yang konsumtif.

6. Tagih piutang
Jika ada sebagian orang yang sempat pinjam uang kepadamu, tidak ada kelirunya meminta piutang itu. Itu hak kamu, maka janganlah berasa tidak lebih enak.

Meminta piutang bisa dilaksanakan dengan baik. Tetapi kamu harus berlapang dada jika rupanya orang yang kamu tagih, menampik bayar hutangnya.

Demikianlah resiko pinjamkan uang ke orang lain. Kamu harus siap untuk kehilangan. Karena banyak peminjam sekarang ini yang lebih galak dibanding pemberi utang saat ditagih.