Al Azhar juga melatih pendakwah yang ditunjuk oleh pemerintah Mesir

Studi di Mesir tidak cuman belajar mengenai pengetahuan umum, Sobat Meddy termasuk dapat belajar memperdalam agama khususnya agama Islam. Kuliah di Universitas Al Azhar, dapat termasuk mempelajari peristiwa peninggalan Yunani Kuno yang terlampau terkenal. Salah satu perguruan tinggi kondang dan tertua di Mesir adalah Universitas Al Azhar yang mengembangkan ajaran Islam yang moderat.

Selain itu juga, banyak sekali mengenai info beasiswa kuliah di Mesir yang sayang banget Sobat Meddy lewatkan. Yuk lihat artikel ini, mengenai Beasiswa di Universitas Al Azhar Mesir.

A. Universitas Al Azhar Mesir

Al Azhar University adalah salah satu pusat utama pendidikan sastra Arab dan pengkajian Islam Sunni di dunia dan merupakan universitas pemberi gelar tertua ke dua di dunia. Universitas ini terkait dengan Masjid Al Azhar di wilayah Kairo Kuno. Saat ini, misi Universitas Al Azhar pada lain adalah penyebaran agama dan budaya Islam.

Untuk target ini, para sarjana Islam (ulama) mengeluarkan maklumat (fatwa) untuk menjawab beraneka persoalan yang ditanyakan kepada mereka dari semua dunia Islam Sunni, mengenai tingkah laku individu atau masyarakat muslim yang pas (contohnya baru-baru ini adalah fatwa mengenai klarifikasi dan dan pelarangan pada pemotongan alat kelamin perempuan).

Al Azhar termasuk melatih pendakwah yang ditunjuk oleh pemerintah Mesir.

1. Sejarah Al Azhar University
Universitas Al Azhar berawal dari pendirian masjid pada th. 970 M, seperti peristiwa Masjid Agung Semarang, oleh Dinasti Fatimiah dan secara resmi diorganisir pada th. 988 M. Pada waktu itu, Kairo telah ditaklukan oleh pasukan Fatimiyah pada th. 969 M yang kemudian membangun sebuah masjid dinamakan Jami’ al-Qahira (Masjid Kairo). Pembangunan masjid ini berjalan sepanjang 2 th. dan pertama kali digunakan untuk sholat pada waktu 7 Ramadhan 361 H / 22 Juni 972 M.

Seiring berjalannya waktu, komplek masjid Jami’ al-Qahira diubah namanya menjadi Al Azhar. Nama Al Azhar berasal dari julukan Fatimah Az Zahra, putri dari Nabi Muhammad SAW dan istri dari Ali bin Abi Thalib. Sejak waktu itu, Jami’ al-Qahira lebih dikenal dan diketahui dengan nama Al Azhar. Lahirnya Al Azhar sebagai instansi Pendidikan di awali pada waktu dinasti Fatimiyah berada di puncak kejayaannya. Saat itu, dinasti Fatimiah dipimpin oleh Abu Al Manshur Nizar al-Aziz pada th. 975 M – 996 M.

2. Sistem Pendidikan Al Azhar University
Sistem pembelajaran Al Azhar sangatlah unik dan berbeda dengan yang lainnya. Kebanyakan universitas sekarang telah memberlakukan proses yang moderen dan canggih untuk memonitor pelajarnya, bakal tetapi Al Azhar selamanya menentukan mengfungsikan proses klasik mereka. Al Azhar memberlakukan proses pelajaran dengan jenjang 4 tahun, tidak terdapatnya absensi di kelas-kelas, dan mahasiswa bebas menentukan pelajaran dan guru yang inginkan dituju.

Sekilas, proses seperti itu sebenarnya nampak tidak kondusif dan rancu. Tetapi ada lebih dari satu makna dan maksud dibalik proses yang telah diterapkan itu. Sistem tanpa absensi di tiap-tiap pertemuan tersebut memiliki filosofi bahwa seorang mahasiswa/i mesti lebih utamakan pengetahuan yang didapat, bukan hanya sekedar berkunjung saja untuk meraih absensi tetapi tidak meraih ilmu. Selain itu, didalam merampungkan administrasinya, Al Azhar tetap mengfungsikan proses manual, dimana kesabaran para pelajar bakal dilatih.

Al Azhar termasuk mengfungsikan proses sanad (riwayat) dimana para murid bertatap wajah dengan guru untuk menuntut ilmunya dan para murid tentu saja bakal diuji termasuk seberapa jauh ia menguasai pengetahuan yang diberikan. Selain menimba pengetahuan di kelas, para murid termasuk dihimbau untuk menimba pengetahuan melalui halaqah-halaqah di masjid Al Azhar. Selain itu, Al Azhar termasuk memiliki ruang kelas yang sederhana dengan mengfungsikan meja dan bangku panjang yang biasanya diduduki oleh 5-7 orang. Hal inilah yang mengajarkan murid-muridnya untuk berwujud sederhana.

Untuk proses ujian di Al Azhar, universitas ini mengfungsikan proses paket, dimana nilai mata kuliah yang diujikan pada waktu semester genap dan ganjil disatukan. Bagi murid yang gagal didalam lebih dari 2 pelajaran, maka bakal diulang kembali sepanjang setahun. Sedangkan murid yang hanya gagal didalam 1 atau 2 pelajaran, selamanya dinyatakan lulus dengan ujian kembali mata pelajaran tersebut saja. Meskipun, Al Azhar nampak memiliki proses ujian dan penilaian yang ketat, universitas ini selamanya inginkan mengajarkan kesungguhan dan keseriusan didalam menimba pengetahuan pada murid-muridnya.

3. Biaya Hidup Di Universitas Al Azhar Mesir
Mayoritas mahasiswa yang berkuliah di Timur Tengah khususnya di Arab Saudi adalah mereka yang sukses meraih beasiswa. Bahkan lebih dari satu besar dari mereka mengaku mendapat gaji dari berkuliah di Timur Tengah.

Terkait kasus makanan, Al Azhar Kairo Mesir memiliki beraneka varian makanan. Walaupun Mesir memiliki makanan pokok yaitu roti, bukan artinya nasi adalah hal langka di sana. Bahkan terdapat makanan khas Mesir yang terbuat dari nasi seperti Ruz Billaban (Nasi dengan campuran susu) dan kusyari (Nasi dicampur spageti, makaroni dan bawang). Harga makanan untuk pelajar dan mahasiswa terbilang tidak mahal dan mudah ditemukan seperti mediator kuliah timur tengah.

Untuk mengenai transportasi umum, Mesir mengandalkan angkutan umum sebagai layanan dengan pengguna terbanyak pertama. Ada 3 type angkutan umum di Mesir yaitu: Tremco (semacam angkot), bus dan metro (kereta bawah tanah). Tarif yang diberikan pun terlampau sesuai untuk kantong pelajar dan mahasiswa yang kuliah di Al Azhar Mesir yaitu berkisar pada 1,5 sampai 3 pound untuk bus, 1 pound sampai 5 pound untuk tremco dan 2 pound untuk metro.